Zakat Warga Ciamis Mengalir Rp9,8 Miliar, UPZ Jadi Garda Terdepan Bantu Rakyat Kecil

Oplus_131072

CIAMIS. Lokacita.com. Jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kabupaten Ciamis kembali membuktikan perannya bukan sekadar pengumpul dana umat. Di balik penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) senilai lebih dari Rp9,8 miliar sepanjang Triwulan I Tahun 2026, UPZ menjadi ujung tombak yang bergerak langsung menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.

Mulai dari bantuan sembako, biaya pengobatan, rumah layak huni, bantuan kebencanaan hingga modal usaha kecil, seluruhnya disalurkan melalui kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Ciamis dan jaringan UPZ yang tersebar di desa, kecamatan, masjid, SKPD, lembaga vertikal hingga komunitas masyarakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis H. Lili Miftah mengatakan, keberadaan UPZ menjadi kekuatan utama dalam memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

“UPZ hadir langsung di tengah masyarakat. Mereka paling memahami kondisi warga di lapangan sehingga penyaluran zakat bisa lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Dari total penyaluran dana zakat, alokasi terbesar diberikan kepada kelompok fakir miskin dengan nilai mencapai Rp2,94 miliar.

Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk bantuan makanan dan kebutuhan dasar masyarakat dengan nilai lebih dari Rp2 miliar. Program ini menjadi salah satu penyaluran paling masif karena menyentuh langsung kebutuhan harian warga prasejahtera.

Selain itu, bantuan pengobatan bagi masyarakat kurang mampu juga mencapai lebih dari Rp252 juta. BAZNAS turut menyalurkan bantuan bagi guru sukarelawan prasejahtera sebesar Rp489,5 juta sebagai bentuk perhatian terhadap para pengabdi pendidikan keagamaan.

Di sektor dakwah dan pendidikan keagamaan, penyaluran dana zakat untuk asnaf fisabilillah mencapai lebih dari Rp826 juta.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan syiar Islam, pendidikan kader ulama dan santri, rehabilitasi sarana ibadah hingga insentif guru agama.

Program kegiatan syiar Islam menjadi penyaluran terbesar pada sektor ini dengan nilai lebih dari Rp409 juta.

Sementara dari dana infak dan sedekah, sektor dakwah dan keagamaan juga menerima penyaluran lebih dari Rp1,8 miliar. Mayoritas program dilaksanakan bersama jaringan UPZ di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.

Pada bidang sosial kemanusiaan, penyaluran dana infak dan sedekah mencapai lebih dari Rp1,57 miliar.

Program paket sembako Ramadhan menjadi bantuan terbesar dengan nilai mencapai Rp623 juta. Selain itu, bantuan rumah tinggal layak huni (Rutilahu) mencapai Rp415 juta dan bantuan kebencanaan sebesar Rp292 juta.

Program tersebut dinilai menjadi bentuk nyata kehadiran BAZNAS dan UPZ di tengah masyarakat saat menghadapi kondisi sulit.

BAZNAS Ciamis juga memberi perhatian besar pada sektor kesehatan. Sepanjang Triwulan I 2026, penyaluran bantuan kesehatan mencapai lebih dari Rp805 juta.

Tak hanya bantuan pengobatan masyarakat, dana tersebut juga digunakan untuk mendukung pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan.

Bahkan, bantuan infrastruktur kesehatan menjadi penyaluran terbesar di sektor kesehatan dengan nilai mencapai Rp693 juta.

Selain bantuan sosial konsumtif, BAZNAS Ciamis mulai memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Bantuan Modal Usaha Kecil (BMUK).

Pada Triwulan I 2026, bantuan modal usaha yang bersumber dari dana infak dan sedekah mencapai lebih dari Rp71 juta.

Program tersebut menyasar pelaku usaha kecil dan masyarakat prasejahtera agar memiliki peluang meningkatkan penghasilan dan membangun usaha produktif secara mandiri.

BAZNAS Ciamis menegaskan, penguatan program pemberdayaan menjadi langkah penting agar mustahik tidak selamanya bergantung pada bantuan, tetapi perlahan mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi.

Melalui penguatan tata kelola dan kolaborasi bersama UPZ, BAZNAS Kabupaten Ciamis berharap dana zakat yang dihimpun dari masyarakat benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan umat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *