Tak Hanya Biaya Kuliah, Beasiswa Sodaraku Cerdas HBI Bentuk Mahasiswa Berintegritas

Oplus_131072

CIAMIS, lokacita.com,-  Di balik tingginya biaya pendidikan yang masih menjadi tantangan bagi banyak mahasiswa, LAZ Hidayah Berbagi Indonesia (HBI) menghadirkan pendekatan berbeda melalui Program Beasiswa Sodaraku Cerdas.

Program ini tidak hanya membantu meringankan biaya kuliah, tetapi juga dirancang untuk membentuk mahasiswa yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seleksi Substansi dan Wawancara Beasiswa Sodaraku Cerdas yang berlangsung di Gedung FKIP Universitas Galuh, Ciamis, pada 14–16 Juli 2026.

Tahapan ini menjadi proses penting untuk menjaring mahasiswa yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga integritas, semangat belajar, jiwa kepemimpinan, dan komitmen mengabdi kepada masyarakat.

Antusiasme terhadap program tersebut cukup tinggi. Sebanyak 579 mahasiswa dari 157 perguruan tinggi mengikuti proses pendaftaran. Para pendaftar berasal dari 195 kota dan kabupaten di berbagai wilayah Indonesia.

Setelah melalui seleksi administrasi, peserta yang memenuhi persyaratan mengikuti seleksi substansi dan wawancara sebagai tahapan akhir untuk menentukan calon penerima beasiswa.

Direktur LAZ Hidayah Berbagi Indonesia, Muhammad Fauzi Ridwan, mengatakan Beasiswa Sodaraku Cerdas dibangun dengan konsep pengembangan sumber daya manusia yang tidak berhenti pada pemberian bantuan pendidikan.

Menurutnya, HBI ingin memastikan setiap mahasiswa penerima beasiswa memiliki bekal karakter yang kuat sehingga mampu menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.

“Program Beasiswa Sodaraku Cerdas bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Kami ingin melahirkan generasi penerus yang memiliki empat karakter utama, yaitu cerdas akademik, cerdas spiritual, cerdas sosial, dan cerdas kemampuan usaha,” ujar Fauzi.

Ia menjelaskan, selama menjadi penerima beasiswa, mahasiswa tidak hanya memperoleh dukungan pembiayaan kuliah, tetapi juga akan mengikuti berbagai program pembinaan yang disiapkan HBI.

Pembinaan tersebut meliputi penguatan nilai-nilai spiritual, kepemimpinan, pengembangan kapasitas diri, komunikasi, kepedulian sosial, hingga kewirausahaan.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, mahasiswa diharapkan tidak hanya berhasil meraih gelar akademik, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin, beradaptasi dengan perubahan, dan mampu menciptakan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Fauzi menuturkan, seleksi substansi dan wawancara menjadi tahapan penting untuk mengenali karakter setiap peserta secara lebih mendalam.

Selain melihat kemampuan akademik, tim seleksi juga menggali motivasi belajar, integritas, kepedulian sosial, kemampuan berpikir, serta kesiapan peserta untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa penerima beasiswa bukan hanya mahasiswa yang cerdas di ruang kelas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, semangat berbagi, dan komitmen untuk terus berkembang menjadi pribadi yang bermanfaat,” katanya.

Ia menambahkan, HBI hadir sebagai penghubung antara para dermawan dengan mahasiswa yang memiliki potensi besar, namun terkendala keterbatasan ekonomi. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat, HBI berupaya menghadirkan manfaat jangka panjang melalui investasi di bidang pendidikan.

“HBI berupaya menjadi jembatan antara para dermawan yang memiliki kepedulian dengan mahasiswa yang mempunyai potensi untuk berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap mereka yang hari ini menerima bantuan, suatu saat nanti dapat menjadi pribadi yang mampu membantu dan memberdayakan orang lain,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan, Pengembangan Karier Mahasiswa, dan Alumni Universitas Galuh, Erlan Suwarlan, mengapresiasi penyelenggaraan Program Beasiswa Sodaraku Cerdas yang dinilai memberikan manfaat lebih dari sekadar bantuan biaya pendidikan.

Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan anugerah yang tidak dimiliki semua orang. Oleh karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga filantropi menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia menilai pendekatan yang diterapkan HBI sejalan dengan kebutuhan dunia saat ini, di mana lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter yang kuat, kemampuan beradaptasi, jiwa kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

“Program seperti ini sangat baik karena tidak hanya membantu mahasiswa agar dapat melanjutkan pendidikan, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan kapasitas diri, dan mempersiapkan mereka menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Erlan.

Melalui Program Beasiswa Sodaraku Cerdas, HBI berharap lahir generasi muda yang tidak hanya sukses menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, berakhlak, mandiri, serta memiliki semangat untuk mengabdi dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Dengan demikian, manfaat beasiswa tidak berhenti pada bantuan biaya kuliah, melainkan menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas bagi masa depan Indonesia. (Nasta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *