Ciamis  

Matrikulasi Jadi Pintu Awal Mahasiswa Pascasarjana INU Ciamis

CIAMIS. Sebanyak 104 mahasiswa baru Program Pascasarjana Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis mengikuti matrikulasi di Kampus 1 INU Ciamis, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan ini menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan tradisi akademik jenjang magister yang menuntut kedalaman ilmu, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan melakukan penelitian ilmiah.

Matrikulasi tersebut diikuti mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Magister Studi Islam (Islamic Studies).

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dipersiapkan untuk menghadapi proses pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga kemampuan menganalisis persoalan dan mengembangkan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Rektor INU Ciamis, Dr. H. Kusoy Fadiliah, M.Si., mengatakan pendidikan pascasarjana harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas intelektual, bukan sekadar mengejar gelar akademik.

“Jangan hanya kuliah dengan cita-cita menambah gelar di belakang nama. Gelar magister harus mencerminkan kemampuan intelektual yang tinggi,” ujarnya saat memberikan arahan kepada mahasiswa baru.

Menurut Kusoy, mahasiswa jenjang magister dituntut memiliki pola pikir yang lebih kritis dan mandiri. Mereka tidak cukup hanya memahami atau menghafal teori, tetapi harus mampu mengkaji, menguji, dan mengembangkan teori untuk menjawab berbagai persoalan.

Kemampuan tersebut perlu dibangun melalui kebiasaan membaca, berdiskusi, menyusun argumentasi, dan melakukan penelitian berdasarkan data serta metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menegaskan, hasil penelitian mahasiswa pascasarjana semestinya tidak berhenti sebagai dokumen akademik atau sekadar memenuhi persyaratan kelulusan.

Penelitian harus memiliki nilai guna dan mampu memberikan sumbangan pemikiran bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun penyelesaian persoalan di tengah masyarakat.

“Kami ingin mengantarkan saudara-saudara menjadi pemimpin perubahan. Ilmu yang diperoleh harus menjadi bekal untuk menyelesaikan persoalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Kusoy.

Ia juga mengingatkan bahwa menuntut ilmu merupakan bagian dari ikhtiar yang dapat bernilai ibadah apabila dijalankan dengan niat yang baik. Karena itu, mahasiswa diharapkan mengikuti proses pendidikan dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas akademik, dan mengamalkan ilmu yang diperoleh secara bertanggung jawab.

Matrikulasi Bekali Mahasiswa dengan Tradisi Akademik

Ketua Pelaksana Matrikulasi, Dadang Ghanib, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa baru mempersiapkan diri menghadapi karakteristik pembelajaran di jenjang magister.

Menurutnya, mahasiswa perlu membangun kebiasaan akademik yang kuat, terutama dalam membaca dan mengkaji literatur, menyampaikan pendapat berdasarkan argumentasi, menulis secara sistematis, serta menyusun penelitian yang memenuhi kaidah ilmiah.

Kesiapan tersebut penting agar mahasiswa mampu mengikuti perkuliahan secara aktif dan mandiri.

Dengan demikian, proses belajar tidak hanya berorientasi pada penyelesaian studi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

Dadang berharap kepercayaan masyarakat yang tercermin dari jumlah mahasiswa baru dapat dijawab melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan akademik yang baik.

Bagi perguruan tinggi, penerimaan mahasiswa baru bukan hanya berkaitan dengan jumlah peserta didik, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan mereka memperoleh proses pembelajaran yang sesuai dengan standar pendidikan tinggi.

Diikuti 104 Mahasiswa dari Dua Program Studi

Berdasarkan data panitia, sebanyak 104 mahasiswa baru mengikuti matrikulasi Pascasarjana INU Ciamis tahun akademik 2026/2027.

Dari jumlah tersebut, Program Magister Manajemen Pendidikan Islam menerima 87 mahasiswa, yang terbagi dalam kelas A sebanyak 51 orang dan kelas B sebanyak 36 orang. Sementara itu, Program Magister Studi Islam diikuti 17 mahasiswa.

Kedua program tersebut memiliki bidang kajian yang membutuhkan penguasaan teori, kemampuan analisis, dan pemahaman terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat.

Karena itu, kesiapan akademik menjadi bekal penting sebelum mahasiswa memasuki rangkaian perkuliahan dan penyusunan penelitian.

Melalui matrikulasi ini, INU Ciamis berharap mahasiswa baru dapat menjalani pendidikan magister dengan kesiapan yang lebih baik.

Mereka diharapkan tidak hanya meraih gelar akademik, tetapi juga memiliki kapasitas keilmuan, integritas, dan kemampuan menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan, studi keislaman, serta kehidupan masyarakat. (Rd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *