Ciamis  

Keberhasilan Tangani ATS, Disdik Ciamis Jadi Tujuan Studi Aksi Disdik Cilacap

Ciamis, Lokacita : Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap melakukan Studi Aksi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis untuk mempelajari praktik baik penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Kabupaten Ciamis menjadi tujuan kunjungan karena keberhasilannya dalam meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS), sekaligus mengembangkan berbagai strategi untuk mengembalikan anak ke layanan pendidikan.

Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai kebijakan, regulasi, serta implementasi penanganan ATS yang telah dilakukan di Kabupaten Ciamis. Berbagai strategi menjadi bahan diskusi, mulai dari penguatan kebijakan daerah, kolaborasi lintas sektor, pendataan ATS secara terintegrasi, hingga optimalisasi layanan Pendidikan Kesetaraan melalui SPNF-SKB dan PKBM.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, mengatakan penanganan Anak Tidak Sekolah membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat hanya mengandalkan satu sektor. Menurutnya, keberadaan data yang baik menjadi salah satu dasar penting agar intervensi terhadap anak yang berada di luar layanan pendidikan dapat dilakukan secara lebih tepat.

“Penanganan Anak Tidak Sekolah membutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama. Data harus menjadi dasar agar kita dapat mengetahui kondisi anak secara lebih tepat, kemudian menentukan langkah yang sesuai untuk mengembalikan mereka ke layanan pendidikan,” ujar Erwan, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, upaya penanganan ATS juga perlu didukung dengan tersedianya pilihan layanan pendidikan yang dapat disesuaikan dengan kondisi anak. Dalam hal ini, layanan Pendidikan Kesetaraan melalui SPNF-SKB maupun PKBM menjadi salah satu bagian penting dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk kembali memperoleh hak atas pendidikan.

“Setiap anak memiliki kondisi dan persoalan yang berbeda. Karena itu, pendekatan yang dilakukan juga harus fleksibel. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak yang sempat keluar dari layanan pendidikan dapat kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar,” katanya.

Menurut Erwan, Studi Aksi yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap menjadi kesempatan bagi kedua daerah untuk saling bertukar pengalaman dan pembelajaran. Praktik yang telah diterapkan di satu daerah dapat menjadi referensi bagi daerah lain dengan tetap menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis berharap pertukaran pengalaman tersebut dapat memperkuat sinergi antardaerah dalam menangani persoalan Anak Tidak Sekolah.

Upaya tersebut pada akhirnya diharapkan semakin membuka akses pendidikan bagi anak-anak sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *