Ciamis, Lokacita : Bertambahnya aktivitas industri di Kabupaten Ciamis membuka ruang baru bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Salah satunya datang dari sektor garmen, menyusul mulai beroperasinya PT Chihaya Global Utama (CGU) pada 1 April 2026.
Bagi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Ciamis, bertambahnya lowongan kerja harus diikuti kesiapan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha. Sebab, peluang kerja yang tersedia tidak hanya membutuhkan jumlah tenaga kerja, tetapi juga kemampuan yang sesuai dengan posisi yang dibutuhkan perusahaan.
Kepala Disnaker Kabupaten Ciamis, Dase Fadlil Yusdy Mubarok, mengatakan PT CGU pada tahap awal menargetkan penyerapan sekitar 300 tenaga kerja. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 1.200 pekerja dan dalam rencana jangka panjang mencapai 4.500 tenaga kerja.
“Ini peluang besar bagi masyarakat Ciamis untuk mendapatkan pekerjaan. Kami harap dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujar Dase.
PT CGU yang bergerak di industri pakaian jadi atau garmen tengah membuka kebutuhan tenaga kerja untuk sejumlah bidang. Di antaranya bagian sewing atau jahit, quality control, cutting, finishing hingga warehouse.
Beragamnya posisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan industri tidak hanya terbatas pada satu jenis pekerjaan. Ada tenaga yang dibutuhkan dalam proses produksi, pemeriksaan kualitas, penyelesaian produk hingga pengelolaan barang di gudang.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pencari kerja dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam untuk melihat peluang sesuai kompetensi masing-masing.
Kompetensi Jadi Modal Penting
Menurut Dase, keberadaan industri baru harus diikuti kesiapan tenaga kerja lokal. Pemerintah melalui Disnaker memiliki peran untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan potensi tenaga kerja yang tersedia di daerah.
Upaya tersebut menjadi penting karena pertumbuhan industri akan memberikan manfaat lebih besar apabila masyarakat lokal mampu mengambil bagian di dalamnya.
Disnaker Ciamis sendiri telah melakukan monitoring dan survei terhadap PT CGU sejak tahap awal. Pengecekan lokasi dan kesiapan operasional telah dilakukan sejak Oktober 2025 hingga perusahaan memasuki tahap operasional pada awal April 2026.
Bagi pemerintah daerah, proses tersebut bukan semata berkaitan dengan hadirnya perusahaan baru. Lebih jauh, investasi diharapkan dapat menciptakan mata rantai manfaat, mulai dari terbukanya kesempatan kerja hingga meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Dase menilai keberadaan PT CGU memiliki arti strategis dalam upaya menekan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Ciamis. Kehadiran industri tersebut juga disebut sejalan dengan target pembangunan daerah.
Karena itu, masyarakat yang ingin masuk ke dunia industri perlu melihat peluang kerja sekaligus memahami tuntutan kompetensinya.
Pencari kerja tidak hanya dituntut aktif mencari informasi lowongan. Mereka juga perlu menyiapkan dokumen, memahami posisi yang dituju, serta meningkatkan kemampuan yang relevan dengan pekerjaan.
Di sisi lain, kebutuhan industri menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan, termasuk pengembangan pelatihan kerja agar semakin dekat dengan kebutuhan pasar.
Dengan bertambahnya industri dan terbukanya berbagai posisi pekerjaan, Ciamis memiliki peluang memperkuat hubungan antara dunia usaha dan tenaga kerja lokal.
Bagi pencari kerja, hadirnya PT CGU menjadi salah satu contoh bahwa peluang pekerjaan baru dapat tumbuh seiring berkembangnya investasi daerah.
Tantangannya kini bukan hanya bagaimana membuka lapangan kerja, tetapi bagaimana memastikan masyarakat Ciamis memiliki kemampuan dan kesiapan untuk mengisi peluang tersebut.
Di titik inilah peran Disnaker menjadi penting: mempertemukan dunia usaha yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, sekaligus mendorong agar keduanya bertemu pada kebutuhan kompetensi yang tepat.












