Bapas Bandung dan Planet Ban Siapkan Klien Pemasyarakatan Hadapi Dunia Kerja

Oplus_131072

Lokacita, BANDUNG – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bandung bersama Planet Ban membuka ruang bagi klien pemasyarakatan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mengenal dunia kerja secara langsung.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan montir sepeda motor bagi klien pemasyarakatan yang digelar di Gedung Griya Abhipraya Kian Santang, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tidak hanya berfokus pada pemberian materi keterampilan. Planet Ban juga melakukan penjaringan peserta yang dinilai memiliki potensi untuk mengikuti program magang. Langkah ini membuat pelatihan memiliki kesinambungan dengan pengalaman kerja yang dibutuhkan peserta.

Kepala Bapas Kelas I Bandung, Ahmad Baihaqi, mengatakan pembinaan klien perlu diarahkan pada kemampuan yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

“Klien perlu diberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan mengenal dunia kerja. Harapannya, apa yang mereka dapatkan dari pelatihan ini bisa menjadi modal untuk membangun kemandirian,” ujar Ahmad.

Menurutnya, kerja sama dengan dunia usaha menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan proses pembinaan dengan kebutuhan keterampilan di lapangan.

Karena itu, Bapas Kelas I Bandung menggandeng Planet Ban melalui perjanjian kerja sama yang ditandatangani dalam rangkaian kegiatan tersebut. Kerja sama ini menjadi dasar sinergi dalam pelaksanaan pelatihan dan pemberdayaan klien pemasyarakatan.

Dalam pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan montir sepeda motor, terutama pengetahuan mengenai perawatan dan perbaikan kendaraan.

Materi tersebut diharapkan dapat memberikan dasar keterampilan yang bisa terus dikembangkan peserta, baik untuk bekerja maupun membuka peluang usaha secara mandiri.

“Yang kami harapkan bukan sekadar selesai mengikuti pelatihan. Ada proses berikutnya, sehingga keterampilan yang diperoleh bisa benar-benar dimanfaatkan dan dikembangkan,” kata Ahmad.

Kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja juga dibuka melalui proses penjaringan yang dilakukan Planet Ban. Peserta mengikuti wawancara dan penilaian dengan mempertimbangkan kemampuan, minat, serta kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan perusahaan.

Klien yang memenuhi kriteria dan dinilai sesuai selanjutnya berkesempatan mengikuti program magang di lingkungan Planet Ban.

Menurut Ahmad, pengalaman magang dapat memberikan gambaran nyata mengenai lingkungan kerja kepada klien. Selain memperkuat kemampuan teknis, peserta juga dapat belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, serta pola kerja profesional.

“Dengan adanya magang, klien bisa mendapatkan pengalaman secara langsung. Ini penting sebagai bagian dari persiapan mereka ketika nantinya kembali menjalani kehidupan di masyarakat,” ujarnya.

Bapas Kelas I Bandung akan memantau perkembangan klien yang mengikuti pelatihan maupun program magang. Koordinasi dengan Planet Ban juga akan dilakukan untuk menindaklanjuti hasil wawancara, peserta yang memenuhi kriteria, serta mekanisme pelaksanaan magang.

Ahmad berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut dan tidak berhenti pada satu kegiatan.

“Kami berharap kerja sama dengan Planet Ban bisa terus berkembang. Kalau akses pelatihan dan pemagangan semakin terbuka, semakin banyak pula kesempatan bagi klien untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” tutur Ahmad.

Kegiatan pelatihan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta laporan panitia.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Bapas Kelas I Bandung dan sambutan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat yang diwakili Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan sekaligus membuka kegiatan pelatihan.

Setelah pembukaan, peserta mengikuti pelatihan keterampilan montir sepeda motor yang diberikan oleh Planet Ban. Di sela kegiatan tersebut, dilakukan pula proses penjaringan peserta yang berpeluang mengikuti program magang.

Kolaborasi Bapas Bandung dan Planet Ban menjadi salah satu bentuk pembinaan yang menghubungkan keterampilan dengan kebutuhan dunia kerja.

Bagi klien pemasyarakatan, kesempatan belajar, berlatih, dan mendapatkan pengalaman kerja diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemandirian serta mendukung proses kembali ke masyarakat secara produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *