CIAMIS, Lokacita.com. Perjuangan Abil Muhammad Sidiq melawan leukemia masih panjang. Anak asal Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, itu harus menjalani kemoterapi secara rutin dan bolak-balik ke Bandung untuk mendapatkan pengobatan.
Di tengah proses tersebut, dukungan datang melalui Program Ciamis Sehat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis. Bantuan sebesar Rp4 juta diberikan untuk membantu kebutuhan pengobatan Abil.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Hj. Kania Ernawati Herdiat, istri Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ciamis.
Penyerahan bantuan dilakukan pada Rabu (2/9/2026).
Abil yang masih berusia anak-anak harus menjalani rangkaian pengobatan yang tidak sederhana. Kemoterapi dilakukan secara berkala sehingga keluarga harus melakukan perjalanan dari Ciamis menuju Bandung setiap bulannya.
Kondisi tersebut tentu menjadi beban tersendiri bagi keluarga. Selain kebutuhan selama pengobatan, perjalanan menuju rumah sakit dan kebutuhan pendampingan juga membutuhkan biaya.
Ciamis Sehat Hadir untuk Pasien yang Membutuhkan
Wakil Ketua II Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Syarif Nurhidayat, M.Si., mengatakan bantuan untuk Abil merupakan bagian dari upaya BAZNAS membantu masyarakat yang menghadapi persoalan kesehatan dan membutuhkan dukungan pembiayaan.
Menurut Syarif, melalui Program Ciamis Sehat, dana zakat, infak dan sedekah yang dihimpun BAZNAS disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai ketentuan.
“Semoga bantuan ini membawa berkah untuk Abil dan keluarganya. Mudah-mudahan bisa membantu kebutuhan selama menjalani pengobatan dan kemoterapi,” ujar Syarif.
Ia mengatakan, persoalan kesehatan bagi keluarga kurang mampu sering kali tidak berhenti pada biaya pengobatan. Pasien yang harus menjalani perawatan secara rutin juga membutuhkan biaya transportasi dan kebutuhan lainnya.
Karena itu, bantuan melalui Ciamis Sehat disesuaikan dengan kondisi penerima manfaat. Tidak hanya untuk pengobatan, tetapi dalam kondisi tertentu dapat diberikan untuk kebutuhan pendukung agar pasien tetap bisa mengakses layanan kesehatan.
“Kalau masyarakat sakit dan memang membutuhkan bantuan, kita berusaha hadir sesuai kemampuan dan ketentuan yang ada. Harapannya bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarga,” katanya.
BAZNAS Buka Peluang Bantuan Lanjutan
Syarif menegaskan, bantuan kepada penerima manfaat tidak selalu berhenti pada satu kali penyaluran. Apabila dalam proses pengobatan masih terdapat kebutuhan dan memenuhi ketentuan program, BAZNAS dapat kembali melakukan pendampingan.
Hal tersebut berlaku bagi Abil maupun penerima manfaat lainnya.
“Kalau ke depan masih membutuhkan bantuan, tentu akan kita lihat kembali kondisinya. Baik Abil maupun penerima manfaat lainnya, apabila masih ada kebutuhan dalam proses pengobatan dan sesuai dengan ketentuan program, BAZNAS akan berupaya membantu,” ujarnya.
Menurutnya, pola tersebut penting karena beberapa pasien membutuhkan pengobatan dalam waktu panjang. Dukungan tidak hanya diperlukan saat pertama mendapatkan perawatan, tetapi bisa kembali dibutuhkan ketika pasien harus menjalani tahapan pengobatan berikutnya.
Sebelumnya Bantu Mobilisasi Anak dari Tambaksari
Selain Abil, Program Ciamis Sehat sebelumnya juga telah memberikan bantuan kepada seorang anak dari Kecamatan Tambaksari yang mengalami gizi buruk dan menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung.
BAZNAS Ciamis menyalurkan bantuan sebesar Rp2 juta untuk kebutuhan mobilisasi, khususnya membantu kepulangan pasien dari Bandung menuju Ciamis.
Syarif mengatakan bantuan tersebut menjadi contoh bahwa kebutuhan pasien kurang mampu tidak selalu berupa biaya pengobatan.
“Untuk yang dari Tambaksari sebelumnya kita bantu mobilisasi sebesar Rp2 juta untuk kepulangan dari RS Hasan Sadikin. Kalau ke depan masih membutuhkan bantuan, tentu akan kita lihat kembali kondisinya,” katanya.
Dengan demikian, Program Ciamis Sehat berupaya melihat kebutuhan pasien secara lebih luas, terutama bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan ekonomi dan harus menjalani pengobatan berkelanjutan.
Amanah dari Muzaki untuk Masyarakat
Syarif juga menyampaikan terima kasih kepada para muzaki dan munfik yang telah mempercayakan zakat dan infaknya melalui BAZNAS Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, bantuan yang diterima Abil merupakan bagian dari amanah masyarakat yang kemudian disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
“Terima kasih kepada para muzaki dan munfik yang telah menitipkan rezekinya kepada BAZNAS Ciamis. Apa yang kami salurkan ini merupakan amanah dari masyarakat. Mudah-mudahan menjadi amal dan membawa keberkahan bagi yang menitipkan maupun bagi penerima bantuan,” ungkapnya.
Ia berharap kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS terus tumbuh sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu melalui berbagai program pendayagunaan.
Program Ciamis Sehat menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan zakat untuk membantu persoalan kesehatan masyarakat. Bantuan diberikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Kepedulian terhadap Kesehatan Anak
Penyerahan bantuan yang dilakukan Hj. Kania Ernawati Herdiat juga menjadi bagian dari perhatian terhadap kesehatan anak dan keluarga di Kabupaten Ciamis.
Sebagai Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ciamis, Kania memiliki peran dalam mendorong perhatian terhadap kesehatan keluarga dan anak.
Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, PKK, Posyandu dan berbagai pihak dinilai penting dalam membantu masyarakat yang menghadapi persoalan kesehatan.
Bagi keluarga Abil, bantuan tersebut menjadi dukungan di tengah panjangnya proses pengobatan yang harus dijalani. Kemoterapi yang dilakukan secara rutin membuat keluarga harus terus mempersiapkan berbagai kebutuhan agar pengobatan dapat berjalan.
Syarif berharap Abil dapat menjalani seluruh rangkaian pengobatan dengan lancar dan segera memperoleh kesembuhan.
“Semoga Abil diberikan kekuatan, pengobatannya berjalan lancar dan segera diberikan kesembuhan. Mudah-mudahan bantuan ini membawa berkah untuk Abil dan keluarganya,” pungkasnya.
Dari zakat dan infak yang dititipkan masyarakat, bantuan kemudian kembali kepada warga yang sedang membutuhkan. Bagi Abil, dukungan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar panjang untuk melawan leukemia dan mendapatkan kesembuhan












