CIAMIS. Lokacita. Konsisten memilah dan menabung sampah selama tiga tahun membawa keberuntungan bagi Udedi Kusmana, warga Jalan Ir. H. Djuanda Nomor 290, Ciamis. Kebiasaannya menjaga lingkungan dari rumah mendapat apresiasi berupa satu unit sepeda motor Honda Beat.
Hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya seusai Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapang Lokasana, Senin (17/8/2026).
Udedi ditetapkan sebagai penabung sampah perorangan terbaik Kabupaten Ciamis tahun 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Ciamis kepada masyarakat yang aktif melakukan pemilahan sampah dan ikut mengurangi sampah dari sumbernya.
Berawal dari Kepedulian di Lingkungan RT
Bagi Udedi, aktivitas mengelola sampah sebenarnya berawal dari kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggalnya.
Sebagai Ketua RT, ia merasa tidak bisa membiarkan persoalan sampah begitu saja ketika petugas yang sebelumnya mengambil sampah warga berhenti. Udedi kemudian mengambil peran untuk melanjutkan pengelolaan sampah di lingkungannya.
Kegiatan tersebut terus dilakukannya hingga berjalan sekitar tiga tahun. Sampah dari rumah dikumpulkan dan dipilah terlebih dahulu sebelum kemudian ditabung melalui Bank Sampah Ciamis.
“Saya bersyukur sekali. Dulu di sini ada yang memungut sampah, kemudian berhenti dan saya melanjutkannya. Saya sudah sekitar tiga tahun di bidang pengelolaan sampah,” ujar Udedi.
Rutinitas tersebut dilakukan dengan cukup disiplin. Udedi mengaku setiap dua hari sekali menyetorkan sampah yang telah dikumpulkannya ke Bank Sampah Ciamis.
“Setiap dua hari sekali saya menabung ke Bank Sampah Ciamis,” katanya.
Menurutnya, kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja. Selain menjaga kebersihan lingkungan, sampah yang dipilah juga masih memiliki nilai ekonomi.
Penilaian Berlangsung Selama Tiga Tahun
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis Slamet Budi Wibowo, S.P., M.Si., mengatakan penghargaan penabung sampah perorangan diberikan untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam mengelola sampah.
Menurut Slamet, masyarakat yang aktif memilah sampah dari rumah kemudian menabungnya melalui Bank Sampah Induk Ciamis menjadi bagian penting dalam upaya pengurangan sampah.
“Ini merupakan apresiasi bagi masyarakat yang sudah memilah sampah dari rumah kemudian menabungkannya ke Bank Sampah Induk Ciamis. Harapannya masyarakat semakin giat dalam pengelolaan dan pengurangan sampah,” ujar Slamet.
Ia menjelaskan, penentuan penabung sampah terbaik dilakukan melalui beberapa indikator. Jumlah sampah bukan menjadi satu-satunya faktor penilaian.
Tim juga melihat tingkat kerajinan atau konsistensi peserta dalam menabung, jenis sampah yang disetorkan, serta akumulasi sampah yang telah dipilah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Data tersebut kemudian dikumpulkan dan dibandingkan hingga menghasilkan sejumlah kandidat terbaik. Dari lima besar yang telah diseleksi, akhirnya ditentukan satu penabung sampah perorangan terbaik tahun 2026.
“Jadi bukan hanya banyaknya sampah. Ada berbagai indikator yang kita akumulasikan, termasuk aktivitas masyarakat selama tiga tahun terakhir dan berapa jumlah sampah yang sudah terpilah, baik dalam kilogram maupun ton,” jelasnya.
Hadiah Motor Didukung BJB Ciamis
Penghargaan kepada Udedi semakin istimewa karena hadiah yang diberikan berupa satu unit sepeda motor Honda Beat.
Slamet menjelaskan, hadiah tersebut merupakan dukungan dari BJB Ciamis. Dengan dukungan tersebut, pemberian apresiasi kepada masyarakat tidak menggunakan anggaran APBD Kabupaten Ciamis.
“Hadiah sepeda motor Honda Beat ini merupakan dukungan dari BJB Ciamis. Setiap tahun diberikan bantuan, sehingga ini non-APBD,” kata Slamet.
Kolaborasi tersebut diharapkan terus berjalan sehingga program penghargaan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk lebih aktif mengelola sampah.
Program pengelolaan sampah berbasis bank sampah di Kabupaten Ciamis saat ini telah melibatkan ribuan masyarakat.
DPRKPLH mencatat sekitar 305 masyarakat telah terlibat bersama Bank Sampah Induk Ciamis. Dari jumlah tersebut, sekitar 188 orang tercatat bersama Bank Sampah Induk Ciamis.
Keterlibatan masyarakat tersebut turut memberikan kontribusi terhadap pengurangan sampah di Kabupaten Ciamis. Berdasarkan akumulasi pengelolaan sampah yang dilakukan masyarakat, pengurangan sampah dari sumbernya telah mencapai sekitar 40 persen dari timbulan sampah.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran masyarakat, terutama dalam memilah sampah sejak dari rumah, menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan program.
Dorong Bank Sampah Ada di Setiap RW
DPRKPLH Kabupaten Ciamis tidak ingin gerakan memilah dan menabung sampah berhenti pada penabung perorangan. Pemerintah mendorong terbentuknya bank sampah unit di setiap desa dan, jika memungkinkan, hingga tingkat RW.
Slamet berharap masyarakat dapat membangun komunitas yang secara bersama-sama mengelola sampah di lingkungannya.
“Harapannya masyarakat lebih giat lagi dalam memilah sampah. Kemudian membangun komunitas dalam bentuk bank sampah unit di setiap desa. Kalau bisa, setiap RW memiliki bank sampah,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan bank sampah di tingkat lingkungan akan memudahkan masyarakat dalam menyalurkan sampah yang telah dipilah sekaligus memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah.
Penghargaan ke Depan Tak Hanya Perorangan
Slamet juga menyampaikan bahwa program apresiasi tersebut ke depan diharapkan dapat dikembangkan. Tidak hanya penabung sampah perorangan, tetapi juga bank sampah unit yang dinilai aktif dalam menggerakkan masyarakat.
Dengan kategori yang lebih luas, pemerintah berharap semakin banyak kelompok masyarakat yang terdorong untuk membangun sistem pengelolaan sampah secara mandiri.
Penghargaan yang diterima Udedi pun menjadi gambaran bahwa konsistensi dalam melakukan hal sederhana dapat memberikan dampak yang berarti.
Selama tiga tahun, ia memilih untuk tidak membiarkan sampah begitu saja. Sampah dipilah, dikumpulkan dan ditabung secara rutin. Dari kebiasaan tersebut, lingkungan menjadi lebih terjaga dan pada akhirnya ia mendapatkan apresiasi berupa sepeda motor.
Bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis, kisah Udedi menjadi contoh bahwa gerakan pengurangan sampah dapat dimulai dari satu rumah, kemudian berkembang melalui lingkungan dan komunitas.
Semakin banyak warga yang melakukan hal serupa, semakin besar pula kontribusi masyarakat dalam mewujudkan Ciamis yang bersih dan berkelanjutan.












