Ciamis  

Baznas Ciamis Luncurkan Kampung Tanggap Bencana di Panumbangan, Perkuat Desa Tangguh Hadapi Risiko Bencana

Oplus_131072

CIAMIS, lokacita – Upaya membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana terus diperkuat. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis resmi meluncurkan Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan, sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan warga sekaligus mendorong lahirnya desa yang mandiri dalam mitigasi bencana.

Peluncuran program yang berlangsung di Aula Kantor Desa Payungagung, Senin (20/7/2026), menjadi bagian dari ikhtiar Baznas dalam mengembangkan sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat.

Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga membangun kapasitas warga agar mampu melakukan pencegahan, mitigasi, hingga pemulihan secara mandiri.

Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, KH Lili Miftah, MBA, mengatakan Kabupaten Ciamis saat ini telah memiliki 28 personel BTB yang siap diterjunkan dalam berbagai kondisi kedaruratan. Kehadiran program dari Baznas RI di Desa Payungagung menjadi momentum penting untuk memperluas pembentukan Kampung Tanggap Bencana di desa-desa lain.

“Stimulus dari Baznas RI ini menjadi awal yang sangat baik. Ke depan kami menargetkan Baznas Kabupaten Ciamis dapat membiayai secara mandiri pembentukan satu hingga dua Kampung Tanggap Bencana setiap tahun, khususnya di desa yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” ujar Lili.

Ia menambahkan, Baznas Ciamis memiliki sumber daya manusia dan narasumber yang kompeten, bahkan hingga tingkat nasional, sehingga pengembangan program dinilai sangat memungkinkan untuk terus diperluas.

Menurut Lili, pembangunan ketangguhan masyarakat merupakan bagian dari misi besar Baznas dalam menghadirkan kemanfaatan zakat yang lebih luas.

Selain membantu penanggulangan bencana, Baznas juga terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan ekstrem, penanganan stunting, hingga penguatan desa melalui gerakan infak dan zakat.

“Kami bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis terus bersinergi sesuai dengan peran masing-masing. Harapannya, desa-desa yang memiliki ekosistem zakat dan infak yang kuat tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki kemampuan menghadapi berbagai ancaman bencana secara swadaya. Ketahanan sosial dan ketahanan bencana harus dibangun secara bersamaan,” pungkasnya.

Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kabupaten Ciamis sekaligus Ketua Panitia, Dani Ramdan Kurniawan, S.Pd., menjelaskan bahwa KATANA merupakan program inisiasi Baznas RI yang mulai diterapkan di sejumlah daerah rawan bencana.

“Alhamdulillah, Desa Payungagung menjadi lokasi ketujuh di Jawa Barat yang mendapatkan program Kampung Tanggap Bencana dari Baznas RI. Setelah launching, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pengurangan Risiko Bencana sebagai ujung tombak kesiapsiagaan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dani, Desa Payungagung dipilih karena memiliki riwayat kejadian bencana sehingga dinilai membutuhkan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.

Melalui pembentukan Pokja KATANA, masyarakat akan dibekali kemampuan mengenali risiko, menyusun langkah mitigasi, hingga melakukan penanganan awal ketika bencana terjadi.

Bahkan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan bencana di lapangan sebagai bagian dari peningkatan keterampilan warga.

Camat Panumbangan, Irfan Hielmi, S.STP., M.Si., mengapresiasi kehadiran program tersebut. Menurutnya, kesiapsiagaan bencana kini menjadi kebutuhan yang harus dimiliki setiap desa, terutama wilayah yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

“Kesiapsiagaan terhadap bencana bukan lagi sekadar imbauan, tetapi menjadi kebutuhan bersama. Kami berharap dengan terbentuknya Kampung Tanggap Bencana, masyarakat Desa Payungagung semakin siap, tanggap, dan mampu meminimalkan dampak bencana, baik terhadap keselamatan jiwa maupun kerugian material,” katanya.

Program KATANA dijalankan melalui jaringan Baznas Tanggap Bencana (BTB) yang selama ini menjadi unit kebencanaan Baznas dalam berbagai operasi kemanusiaan.

Melalui Program Kampung Tanggap Bencana, Baznas Kabupaten Ciamis berharap budaya sadar risiko dan semangat gotong royong semakin tumbuh di tengah masyarakat sehingga desa mampu menjadi garda terdepan dalam mengurangi dampak bencana sekaligus mempercepat pemulihan ketika musibah terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *