Potensi Zakat Ciamis Tembus Rp1,2 Triliun, BAZNAS Dorong Kolaborasi untuk Perluas Manfaat bagi Masyarakat

Oplus_131072

CIAMIS, lokacita.com,– Kabupaten Ciamis memiliki potensi zakat yang sangat besar. Berdasarkan kajian Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS, nilai potensi zakat di daerah ini diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun setiap tahun.

Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya tergarap, sehingga BAZNAS Kabupaten Ciamis mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Ciamis, Amas Muhammad Tamsis, mengungkapkan bahwa realisasi penghimpunan ZIS sepanjang tahun lalu baru mencapai sekitar Rp26,7 miliar. Meski menunjukkan perkembangan yang positif, angka tersebut masih jauh dari potensi riil yang dimiliki Kabupaten Ciamis.

“Kalau dilihat secara nominal memang terlihat besar, tetapi dibandingkan dengan potensi zakat yang mencapai Rp1,2 triliun per tahun, capaian itu masih sangat kecil. Artinya, masih banyak potensi yang belum tergarap secara maksimal,” ujar Amas.

Ia menilai optimalisasi zakat tidak dapat dibebankan hanya kepada BAZNAS. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh agama, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat sebagai muzaki.

“Gerakan zakat harus menjadi gerakan bersama. Semakin banyak pihak yang terlibat membangun kesadaran masyarakat untuk berzakat melalui lembaga resmi, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Penguatan Lima Program Unggulan

Amas menjelaskan, dana zakat yang dihimpun BAZNAS tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan sesaat, tetapi juga didayagunakan melalui berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di Kabupaten Ciamis, pendayagunaan zakat diwujudkan melalui lima program unggulan, yakni Ciamis Cerdas di bidang pendidikan, Ciamis Sejahtera untuk pemberdayaan ekonomi, Ciamis Sehat dalam layanan kesehatan, Ciamis Agamis yang mendukung dakwah dan syiar Islam, serta Ciamis Peduli untuk bantuan sosial dan kemanusiaan.

“Semakin besar penghimpunan zakat, semakin luas pula jangkauan program yang bisa kami laksanakan. Mulai dari beasiswa pendidikan, bantuan modal usaha, layanan kesehatan, pembinaan keagamaan, hingga bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana maupun kondisi darurat,” jelasnya.

Membangun Budaya Zakat

Menurut Amas, tantangan terbesar saat ini bukan hanya meningkatkan nilai penghimpunan, tetapi juga menumbuhkan budaya berzakat di tengah masyarakat.

Karena itu, BAZNAS terus memperluas kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk melalui pembentukan dan penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di instansi pemerintah, lembaga pendidikan, masjid, hingga perguruan tinggi.

Ia optimistis, apabila seluruh elemen bergerak bersama, potensi zakat di Kabupaten Ciamis dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Zakat bukan hanya ibadah yang berdimensi spiritual, tetapi juga instrumen pemberdayaan umat. Ketika potensi zakat dapat dihimpun dan dikelola secara profesional, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan mereka. Itulah yang terus kami dorong di Kabupaten Ciamis,” pungkas Amas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *