CIAMIS, lokacita.com,- Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis terus memperkuat upaya pencegahan rabies melalui pelayanan kesehatan hewan yang mudah dijangkau masyarakat.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Safari Pelayanan Kesehatan Hewan (Yankeswan) dan Vaksinasi Rabies Gratis yang digelar di Islamic Center Kabupaten Ciamis pada Kamis (4/6/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam meningkatkan kesehatan hewan sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman penyakit rabies yang masih menjadi perhatian di berbagai daerah.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis, Dr. Anton Wahyu Radityananto, M.Si., mengatakan, vaksinasi rabies merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penularan penyakit yang dapat membahayakan hewan maupun manusia.
“Melalui Safari Yankeswan ini kami ingin mendekatkan layanan kesehatan hewan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pemilik hewan peliharaan akan pentingnya vaksinasi rabies secara rutin. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan setelah terjadi kasus,” ujarnya.
Menurut Anton Wahyu, selain memberikan vaksin rabies secara cuma-cuma, petugas kesehatan hewan juga melakukan pemeriksaan fisik terhadap setiap hewan sebelum divaksin untuk memastikan kondisinya sehat dan memenuhi syarat.
“Seluruh hewan yang datang akan diperiksa terlebih dahulu oleh dokter hewan maupun paramedik veteriner. Hal ini penting agar vaksinasi memberikan hasil yang optimal serta menjamin keamanan bagi hewan yang menerima vaksin,” katanya.
Ia menjelaskan, pelayanan ini ditujukan bagi anjing, kucing, dan hewan penular rabies (HPR) lainnya yang telah berusia minimal enam bulan. Setiap pemilik dapat mendaftarkan maksimal dua ekor hewan dengan syarat hewan dalam kondisi sehat, tidak bunting, tidak menyusui, serta tidak menunjukkan gejala penyakit seperti diare, lesu, atau kehilangan nafsu makan.
Untuk menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung, pemilik juga diminta membawa hewan peliharaan menggunakan kandang atau tali pengaman sehingga proses pemeriksaan dan vaksinasi dapat berjalan tertib dan aman.
Anton menuturkan, program Safari Yankeswan merupakan bagian dari pelayanan publik Disnakkan yang tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit, tetapi juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat mengenai pemeliharaan hewan yang bertanggung jawab.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa memelihara hewan bukan hanya memberikan makan, tetapi juga memastikan kesehatannya melalui vaksinasi, pemeriksaan berkala, dan perawatan yang baik. Dengan demikian risiko penyebaran penyakit zoonosis dapat ditekan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian rabies tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh masyarakat, khususnya para pemilik hewan peliharaan, untuk rutin memvaksin hewannya dan segera melaporkan apabila menemukan hewan yang menunjukkan gejala mengarah pada rabies.
“Rabies adalah penyakit yang dapat dicegah. Karena itu kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan vaksinasi gratis ini. Semakin banyak hewan yang tervaksin, semakin kuat pula perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dan semakin kecil risiko penularan rabies di Kabupaten Ciamis,” tegasnya.
Disnakkan Ciamis berharap Safari Yankeswan dapat meningkatkan cakupan vaksinasi rabies sekaligus memperkuat upaya mewujudkan Kabupaten Ciamis yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman penyakit hewan menular yang berpotensi membahayakan manusia.












