CIAMIS, lokacita.com,- Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) terus memperkuat langkah menuju sektor peternakan dan perikanan yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Salah satunya diwujudkan dengan mengikuti ajang The 19th Indo Livestock, Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2026 Expo and Forum, yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Banten.
Keikutsertaan dalam forum internasional yang digelar pada 17–19 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya Disnakkan Ciamis memperluas wawasan, memperkuat jejaring kemitraan, sekaligus menyerap berbagai inovasi dan perkembangan teknologi terbaru di bidang peternakan, kesehatan hewan, pakan, pertanian, hingga perikanan. Kamis (18/6/2026)
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis, Dr. Anton Wahyu Radityananto, M.Si., mengatakan, Indo Livestock merupakan salah satu pameran dan forum industri peternakan terbesar di Indonesia yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, peneliti, serta perusahaan dari berbagai negara.
“Keikutsertaan kami bukan sekadar menghadiri pameran, tetapi menjadi kesempatan strategis untuk mempelajari berbagai inovasi teknologi, sistem budidaya, manajemen usaha peternakan dan perikanan, serta membangun jejaring kerja sama yang dapat mendukung pengembangan sektor peternakan dan perikanan di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
Menurut Anton, berbagai teknologi yang dipamerkan mulai dari peralatan peternakan modern, teknologi pembibitan, sistem kesehatan hewan, pengolahan hasil ternak, industri pakan, hingga inovasi budidaya perikanan menjadi referensi penting dalam menyusun arah pembangunan sektor peternakan dan perikanan di daerah.
Ia menjelaskan, tantangan sektor peternakan dan perikanan saat ini semakin kompleks. Selain dituntut meningkatkan produktivitas, pemerintah daerah juga harus mampu menjaga kualitas produk, menjamin kesehatan hewan, memperkuat biosekuriti, meningkatkan kesejahteraan peternak dan pembudidaya ikan, serta mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
“Karena itu kami harus terus membuka diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak inovasi yang dapat diadaptasi sesuai karakteristik wilayah Ciamis agar pelayanan kepada masyarakat dan produktivitas sektor peternakan maupun perikanan semakin meningkat,” katanya.
Selain mengunjungi stan pameran, rombongan Disnakkan Ciamis juga mengikuti berbagai forum diskusi dan seminar yang menghadirkan pakar nasional maupun internasional mengenai ketahanan pangan, kesehatan hewan, efisiensi produksi, hingga pengembangan agribisnis berbasis teknologi.
Anton menilai, forum tersebut memberikan banyak masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap dinamika perkembangan industri peternakan dan perikanan.
“Kami berharap hasil dari kegiatan ini tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat diimplementasikan melalui berbagai program pembinaan kepada peternak, pembudidaya ikan, kelompok tani ternak, serta menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan pembangunan sektor peternakan dan perikanan di Kabupaten Ciamis,” tuturnya.
Ia menambahkan, sektor peternakan dan perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus didorong.
“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin baik sekaligus mendorong peternak dan pembudidaya ikan di Ciamis agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas, aman, sehat, dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas,” pungkasnya.












