CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan melalui sektor pendidikan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mendorong penerapan Program Adiwiyata di berbagai satuan pendidikan sebagai sarana membangun karakter peserta didik yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026 kepada 10 sekolah yang dinilai berhasil menerapkan budaya peduli lingkungan secara konsisten dan berkelanjutan.
Penghargaan diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) setelah sekolah-sekolah tersebut melewati tahapan penilaian administrasi, verifikasi dokumen, hingga verifikasi lapangan yang dilakukan tim penilai.
Adapun sekolah penerima Penghargaan Adiwiyata Kabupaten Ciamis Tahun 2026 yaitu SMPN 1 Sadananya, SMPN 2 Jatinagara, MI Bojongsari, MI Panyingkiran, SDN 1 Purwajaya, SDN 2 Bangunsari, SDN 2 Ciherang, SDN 2 Muktisari, SDN 1 Cintaratu, dan SDIT Salsabila.
Selain memberikan penghargaan tingkat kabupaten, Pemkab Ciamis juga menyerahkan apresiasi kepada sekolah yang berhasil mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Penghargaan diberikan kepada SMAN 2 Banjarsari dan SMP IT Al Hasan Ciamis yang meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2025, serta MTsN 1 Ciamis dan MTsS Harapan Baru yang berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri Tahun 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Budi Slamet, mengatakan Program Adiwiyata merupakan salah satu instrumen penting dalam membentuk kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan karena menjadi tempat lahirnya kebiasaan dan karakter generasi masa depan.
“Melalui Program Adiwiyata, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan,” ujarnya, Selasa (23/06/2026).
Budi menjelaskan, implementasi Program Adiwiyata mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan sampah, konservasi air dan energi, penghijauan lingkungan sekolah, pelestarian keanekaragaman hayati, hingga pembiasaan perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan.
Ia menegaskan bahwa penghargaan Adiwiyata bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses membangun budaya lingkungan yang mengakar di lingkungan pendidikan.
“Yang paling penting bukan penghargaan yang diraih, tetapi bagaimana nilai-nilai peduli lingkungan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi karakter peserta didik. Dengan begitu, kita dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan,” katanya.
Lebih lanjut, Budi menyebut keberhasilan sejumlah sekolah Ciamis meraih penghargaan hingga tingkat nasional menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan di dunia pendidikan terus berkembang dan mendapat perhatian serius dari seluruh warga sekolah.
Menurutnya, tantangan lingkungan hidup yang semakin kompleks membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari sekolah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, komunitas lingkungan, hingga pemerintah daerah.
“Keberhasilan Program Adiwiyata tidak bisa dicapai sendiri. Diperlukan sinergi dan komitmen bersama agar budaya peduli lingkungan semakin kuat dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap sekolah-sekolah penerima penghargaan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya untuk terus mengembangkan inovasi dalam pengelolaan lingkungan hidup.
“Semakin banyak sekolah yang menerapkan Program Adiwiyata, semakin besar pula peluang kita mencetak generasi yang sadar lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan bagi masa depan. Ini sejalan dengan upaya mewujudkan Ciamis yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan, plakat, serta bantuan sarana pengelolaan lingkungan hidup kepada sekolah penerima penghargaan. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dunia pendidikan dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai pusat pembelajaran lingkungan hidup di Kabupaten Ciamis.












