Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polres Ciamis Turun Langsung Kawal Program Ketahanan Pangan Nasional

CIAMIS,lokacita.,- Pemandangan berbeda tampak di sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Ciamis. Di antara para petani yang menanam dan memanen jagung, terlihat anggota kepolisian turut berada di lapangan. Mengenakan seragam dinas dan sepatu bot, mereka tak sekadar melakukan pemantauan, tetapi ikut mengawal berbagai tahapan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu agenda strategis nasional.

Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Ciamis dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Jika selama ini Polri dikenal sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kini perannya semakin luas. Dari lahan pertanian hingga proses penyerapan hasil panen oleh Bulog, Polres Ciamis aktif melakukan pendampingan, pengawasan dan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal.

Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah menegaskan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah memperkuat kemandirian pangan nasional.

Menurutnya, ketahanan pangan memiliki keterkaitan erat dengan stabilitas sosial dan keamanan masyarakat. Karena itu, Polri memiliki tanggung jawab untuk turut mengawal berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Ketika kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dan sektor pertanian berkembang, maka stabilitas ekonomi maupun keamanan masyarakat juga akan semakin kuat,” ujar AKBP Hidayatullah.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Polres Ciamis mendapat target penanaman jagung seluas 1.021 hektare pada tahun 2026. Selain itu, terdapat target serapan hasil panen ke Bulog sebanyak 2.500 ton serta fasilitasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui perbankan Himbara kepada 50 penerima.

Target tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan yang dilaksanakan secara terintegrasi mulai dari tingkat Mabes Polri, Polda Jawa Barat hingga Polres dan Polsek jajaran.

Dalam pelaksanaannya, Polres Ciamis menggandeng pemerintah daerah, dinas teknis, penyuluh pertanian, Bulog, pemerintah desa serta kelompok tani yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi yang dilakukan, realisasi penanaman jagung hingga saat ini telah mencapai 80,69 hektare. Capaian tersebut terus bertambah seiring upaya percepatan penanaman yang dilakukan di berbagai kecamatan.

Para Bhabinkamtibmas juga dilibatkan secara aktif untuk mendampingi kelompok tani, membantu pemetaan lahan potensial serta membangun komunikasi antara petani dengan instansi terkait.

“Kami menginstruksikan seluruh jajaran untuk aktif melakukan pendampingan. Kehadiran anggota di lapangan bukan hanya untuk monitoring, tetapi juga memastikan setiap kendala yang dihadapi petani dapat segera dikoordinasikan dan dicarikan solusi bersama,” kata Kapolres.

Selain mengawal proses penanaman, Polres Ciamis juga memberikan perhatian terhadap penyerapan hasil panen petani. Berdasarkan data evaluasi, realisasi serapan hasil panen yang masuk ke Bulog hingga saat ini mencapai 155,957 ton.

Angka tersebut menjadi bagian dari upaya mencapai target serapan sebanyak 2.500 ton yang ditetapkan dalam program ketahanan pangan tahun 2026.

Menurut AKBP Hidayatullah, penyerapan hasil panen merupakan faktor penting untuk menjaga semangat petani dalam meningkatkan produksi. Karena itu, koordinasi dengan Bulog terus diperkuat agar hasil panen petani memiliki kepastian pasar dan harga yang layak.

“Petani tidak hanya membutuhkan pendampingan saat menanam, tetapi juga kepastian saat panen. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan Bulog dan stakeholder terkait agar hasil panen dapat terserap dengan baik,” ungkapnya.

Tak hanya berhenti pada sektor produksi dan pemasaran hasil panen, Polres Ciamis juga melakukan monitoring terhadap program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi petani.

Melalui akses permodalan yang lebih mudah, diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas usaha pertanian sekaligus memperluas areal tanam yang dimiliki.

Berbagai langkah tersebut menjadi bukti bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan.

Di tengah tantangan global yang berdampak pada sektor pangan, kehadiran Polres Ciamis di lahan-lahan pertanian menjadi gambaran nyata bahwa menjaga ketahanan pangan bukan hanya tugas petani. Ini adalah kerja bersama yang melibatkan seluruh elemen bangsa.

Dari menanam benih jagung, mendampingi kelompok tani, mengawal distribusi hingga memastikan hasil panen terserap pasar, Polres Ciamis terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional demi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *