Upacara Hari Lahir Pancasila di Ciamis, Momentum Meneguhkan Komitmen Kebangsaan

Oplus_131072

CIAMIS, lokacita.com,– Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Ciamis menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.

‎Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, aparatur sipil negara, TNI, Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

‎Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

‎Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai sebatas agenda seremonial tahunan.

Lebih dari itu, momentum ini menjadi sarana refleksi bagi seluruh bangsa Indonesia untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

‎Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini dinilai relevan dengan kondisi dunia yang masih diwarnai konflik, ketidakpastian, serta berbagai ancaman perpecahan.

‎Menurut Yudian Wahyudi, Pancasila telah membuktikan diri sebagai ideologi yang mampu menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.

‎“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” demikian amanat yang dibacakan Nanang Permana. Senin, (01/06/2026).

‎Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan ratusan kelompok etnis mampu hidup berdampingan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa nilai persatuan yang terkandung dalam Pancasila tetap relevan sebagai perekat bangsa.

‎Tidak hanya menjadi dasar kehidupan nasional, Pancasila juga dinilai memiliki peran penting dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Prinsip musyawarah, gotong royong, dan penghormatan terhadap kemanusiaan menjadi modal penting Indonesia dalam membangun dialog dan menyelesaikan berbagai perbedaan secara damai.

‎Dalam amanat tersebut juga disampaikan ajakan kepada seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, agar menjadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam tindakan sehari-hari.

‎Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan, simbol, atau sekadar hafalan. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya harus tercermin dalam pelayanan publik yang berkeadilan, sikap saling menghormati, serta komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman.

‎Selain itu, seluruh komponen bangsa diajak untuk bersama-sama menghadapi berbagai ancaman terhadap persatuan nasional, seperti intoleransi, radikalisme, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk disintegrasi sosial yang berpotensi mengganggu keutuhan bangsa.

‎Upacara yang berlangsung tertib dan penuh penghormatan tersebut menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan hanya warisan para pendiri bangsa, melainkan pedoman yang harus terus dijaga, diamalkan, dan diwariskan kepada generasi penerus.

‎Dari Pendopo Kabupaten Ciamis, semangat persatuan, toleransi, dan perdamaian kembali digaungkan.

Sebuah pesan yang menegaskan bahwa di tengah perubahan zaman dan dinamika global, Pancasila tetap menjadi fondasi utama yang menjaga Indonesia tetap kokoh dan bersatu. (Dhania)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *